bebenah2

Gedung 3. FAHIM News. Sesuai dengan prioritas program Tahun 2014-2015 yang telah dicanangkan oleh Pimpinan FAH, yakni pembenahan infrastruktur untuk kegiatan belajar mengajar, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) terus melakukan pembenahan fisik dan sarana yang dibutuhkan.

Setelah berhasil merealisasikan Program Manajemen Satu Lantai dengan memindahkan “pusat pemerintahan” di lantai 5, kini FAH berpacu dengan waktu untuk melengkapi fasilitas agar proses belajar mengajar di semua kelas dapat berlangsung nyaman dan lancar. “Pembenahan kelas agar terasa humanis dan nyaman memang menjadi prioritas kami”, ujar Dr. Akhmad Saehudin, M.Ag, Wakil Dekan bidang Administrasi Umum. “hanya saja, pelaksanaannya ternyata tidak bisa selesai tepat waktu sebelum proses belajar mengajar dimulai tanggal 1 September lalu meski hampir setiap akhir pekan kami lembur, karena teknis pekerjaan yang dilakukan memang sangat banyak, sementara waktu dan sumber daya manusia FAH yang tersedia sangat terbatas”.

Hingga Minggu (14/9), semua proyektor di kelas tampak sudah terpasang, dan sudah diuji coba untuk memastikan berfungsi dengan baik. “Diharapkan Senin (15/9) pagi, semua dosen sudah dapat memanfaatkan proyektor dengan baik. Jika masih ada kendala, mohon segera laporkan dan hubungi staf kami” ujar Saekhudin. Hanya saja, menurutnya, rencana pemasangan dan pergantian AC di beberapa ruangan, termasuk ruang-ruang kelas, ruang dosen, dan beberapa ruang lainnya belum dapat diselesaikan, mengingat pengadaan 10 unit AC yang dijanjikan oleh pusat belum juga terwujud, sehingga harus menunggu administrasi teknisnya selesai terlebih dahulu.

Hingga akhir tahun 2014 ini, FAH tampaknya masih akan disibukkan dengan pembenahan infrastruktur. Selain kelengkapan kantor seperti meja working station di ruang TU, pemasangan unit TV informasi sebagai media komunikasi dan informasi di lokasi-lokasi strategis, koneksi internet, layar proyektor, dan penertiban barang-barang inventaris negara yang sudah tidak berfungsi lagi, FAH juga menggenjot beberapa program dan kegiatan yang terkait dengan penguatan riset, akademik, dan keilmuan.

“Pada bulan September, selain the first International Conference on Islam Nusantara (ICON) 2014 (24/9), FAH juga akan menyelenggarakan workshop tentang How to write a research proposal bersama Prof. Dr. Edwin Wieringa (Cologne University, Jerman)”, Wakil Dekan bidang Akademik, Dr. Muhammad Farkhan, M.Pd, menjelaskan. “Seminar international lainnya, tentang Mitigasi Bencana Alam: Perspektif Agama dan Budaya, akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang. Semua sivitas akademika FAH diharapkan dapat secara rutin mengunjungi situs FAH yang kini sudah semakin aktif sebagai media andalan sosialisasi program-program FAH”, tambahnya.

Di bidang akademik ini, mulai tahun ajaran 2014-2015, FAH juga menyelenggarakan kelas unggulan di jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI), di mana aktifitas perkuliahannya menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Menurut Farkhan, mahasiswa yang telah lulus placement test di kelas unggulan ini kelak diharapkan dapat mewakili FAH dalam mempromosikan keunggulan-keunggulan yang dimiliki.

Tidak mau ketinggalan, peningkatan pelayanan dan program di bidang kemahasiswaan pun dikebut. “Pelayanan pembuatan surat-surat bagi mahasiswa sudah bisa dilakukan secara online, sehingga mahasiswa tidak perlu antri lagi di TU untuk membuat berbagai surat keterangan yang diperlukan, melainkan bisa melakukannya di manapun asal tersedia koneksi internet. Pada bulan Oktober, kita juga akan mengadakan Festival Budaya Islam Nusantara ke-1 yang akan melibatkan berbagai aktifitas kemahasiswaan, sekalian promosi FAH ke lembaga-lembaga dan kedutaan-kedutaan yang akan kita undang”, demikian Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, alumni, dan kerjasama, Dr. Zubair, M.A., menambahkan.

Menurut Dekan FAH, Prof. Dr. Oman Fathurahman, secara umum, berbagai program dan kebijakan pembenahan yang dilakukan secara maraton ini dimaksudkan untuk membangun citra FAH sebagai fakultas yang memiliki karakter, maju, dan siap menyongsong persaingan penyelenggaraan pendidikan di era ASEAN Community pada 2015 tahun depan. “Jika tidak siap, kita akan dilibas dan semakin ketinggalan. Karenanya, tugas kami adalah bekerja, bekerja, dan bekerja agar kita bisa maju, bahkan kalau bisa, loncat melebihi yang lain. Jika masih ada kekurangan, mohon agar kami diingatkan”, pungkasnya (ADM).