Foto bersama peserta ICCLAS 2018

Bintaro, Tangerang Selatan – Usai sudah pagelaran konferensi internasional kedua yang dirangkaikan dengan pertemuan tahunan Forum Dekan dan Asosiasi Dosen Ilmu Adab dan Humaniora (ADIA) se-Indonesia. FAH UIN Jakarta yang bertindak sebagai tuan rumah mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selama tiga hari dua malam, acara yang berlangsung pada Rabu, 29 Agustus hingga Jum’at, 31 Agustus 2018 bertempat di Hotel Aviary, Bintaro, Tangsel itu berjalan dengan lancar. Bertemakan “Contemporary Islam and Culture in Southeast Asia and Middle East”, sejatinya acara International Conference on Culture and Language in Southeast Asia (ICCLAS) ini merupakan kali kedua Fakultas Adab dan Humaniora Acara mengadakannya, namun yang berbeda dari tahun sebelumnya tahun ini acara tersebut dirangkaikan dengan acara tahunan Forum ADIA.

Jumlah peserta yang hadir sebagai pembicara call for paper pada acara ICCLAS kedua ini adalah 163 orang. Dengan rincian 116 orang dari seluruh UIN/IAIN/STAIN se-Indonesia, kemudian 42 orang dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan 5 orang dari perguruan tinggi umum seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Gadjah Mada. Total sebanyak 69 paper diterima telah dipresentasikan pada acara itu.

Dr. Minako Sakai (kiri) bersama Prof. Dr. Azyumardi Azra (kanan)

Acara ICCLAS kali ini menghadirkan enam orang pembicara utama yakni, Prof. Dr. Dede Rosyada, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Sukron Kamil, (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia), Dr. Minako Sakai (University of New South Wales, Australia), Dr. Abdul Majid Hakimollahi (Al-Mustafa International University, Iran), dan Dr. Abdul Aziz as Sudani (King Abdul Aziz University, Saudi Arabia).

Rektor UIN Jakarta membuka acara ICCLAS 2018

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada menyebut pentingnya acara konferensi internasional karena mempertemukan banyak ilmuwan UIN dan dunia dengan membahas berbagai isu kontemporer Islam. UIN Jakarta sebagai universitas dengan kajian Islamic Studies perlu diperkaya melalui konferensi internasional yang menyoroti Islam dari berbagai sudut pandang keilmuan.

Di sisi lain, Sukron Kamil selaku Dekan FAH memaparkan bahwa  “konferensi mengagendakan riset dalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Tak hanya Bahasa, Sastra dan Politik saja namun juga berbagai isu keilmuan kontemporer.” Jelasnya.