Tracer Study merupakan salah satu cara untuk menelusuri riset jejak alumni. Tujuannya agar memperoleh umpan balik dari alumni, yang mana umpan balik ini dibutuhkan lembaga pendidikan dalam rangka perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan itu sendiri. Selain itu,  umpan balik ini pun bermanfaat untuk pemetaan relevansi PTKIN dengan dunia usaha untuk memangkas jarak antara kompetensi alumni dengan dunia kerja.

Sebanyak 170 orang utusan dari 40 PTKIN dan kampus swasta se-Indonesia memadati Ballroom Utama Lantai 2 Hotel Grand Tjokro Yogyakarta pada Kamis-Jum’at, 19-20 April 2018. Mereka menghadiri Workshop Tracer Study untuk sukses Akreditasi yang diselenggarakan oleh CENDI (Center of Entrepreneurship and Career Studies) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tak terkecuali kepala GJM (Gugus Jaminan Mutu) FAH yaitu Dr. Darsita Suparno, bersama staff IT FAH Ady Mudjianto turut hadir mewakili UIN Jakarta.

Ketika dimintai komentarnya terkait acara tersebut, Darsita menuturkan,  “Pelacakan terhadap alumni ini sangat penting sekali, banyak alumni kita yang sukses di luar namun tak terdata dengan baik. Kita tak punya database yang betul-betul update, padahal ini penting sekali saat kita akan melakukan akreditasi baik itu instansi, maupun jurusan/prodi”.

Nantinya dengan adanya perbaikan tracer study ini diharapkan akan menjadi masukan dalam proses akreditasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ya, semoga saja… [AY]