Ruang Sidang, FAH NEWS – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarkan progrma Short Course untuk para mahasiswa asing yang bertemakan “Short Course on Indonesia Islam for Intenational Undergraduate Student”. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 16 – 26 Oktober 2018, bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung FAH.

Secara garis besar  acara tersebut membahas terkait “Indonesia dan Islam”. Ada beberapa delegasi mahasiswa asing yang ikut serta dalam acara tersebut, seperti mahasiswa China, Afganistan, India, Tajakistan, Kanda, Gambia, Thailand dan Meksiko. Bila ditotal ada 15 – 20 mahasiswa asing yang ikut berpartisipasi dalam acara Short Course. Tak ketinggalan juga delegasi mahasiswa dari 5 jurusan yang ada di FAH.

Salah satu panitia Short Course, Yasir Mubarok memaparkan kepada Jurnalis FAH terkait diskusi yang berlangsung pada hari Jum’at, 19 Oktober 2018. “Yang pertama terkait sistem diskusi yakni two way bukan one way, maskudnya pemateri memaparkan isi pokok pembahasannya lalu bisa secara langsung direspon oleh para peserta yang hadir”

“salah satu pembahasannya yang disampaikan oleh Awaliah Rahmah Dosen Sejarah Peradab Islam dengan tema “Batik in Indonesian and Culture” bahwasannya motif batikpun di pengaruhi oleh asimilasi kebudayaan luar sehingga mendapatkan motif batik yang menarik, termasuk di Meksiko yaitu Paulina salah satu perserta mahasiswa asing. Paulina menjelaskan salah satu motif batik dari negaranya yang bercorak bunga maknanya merupakan representatif dari negaranya sendiri, itu pun terinpirasi dari Indonesia.” Sambung Yasir.

Kemudian antusiasme dari para mahasiswa FAH pun sangat tinggi, mereka dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik dengan menggunakan bahasa inggris atau arab yang cukup mumpuni, sehingga diskusipun tidak ada kendala yang berat dari segi penyampaian bahasa yang digunakan.

Yasir pun berharap kedepanya acara seperti ini menjadi event tahunan FAH dan bisa mengimprove fakultas sendiri yang mana benefitnya buat FAH, juga buat para mahasiswa asing yang ini melihat sosok islam yang ada di indonesia.

Karena indonesia adalah masyarakat muslim terbesar di dunia, yang mana ketertarikan para mahasiswa asing terhadap islam di Indonesia dengan budaya khasnya sendiri.

Terakhir Yasir menambahkan jika event ini diselenggarakan lagi maka persiapan pun akan lebih matang dan baik, karena dasarnya sudah ada dan relasipun sudah terbangun sehingga kedepannya akan lebih baik lagi dan lebih menarik lagi event seperti ini.