Di Malam Natal & Hari Natal saya tidak mau mengucapkan “Selamat Malam Natal” atau “Selamat Hari Natal”. Saya ingin cerita saja, intinya begini:
Dilarang serakah, iri dan dengki; lumayan menarik membaca kisah di bawah ini:

NABI ISA dan ANJING KURAP

Seekor anjing kurap yang ngos-ngosan memelas kepada Nabi Isa AS:
“Ya Rasulullah, do’akanlah hamba supaya Allah menyembuhkan penyakit hamba.” Berkat do’a Nabi Isa dan atas izin Allah anjing itu menjadi sehat. Tapi dia celingukan sendirian dan iri melihat teman-temannya yang berpasang-pasangan (seperti penuh sakinah, mawaddah, wa rahmah).
“Ya Rasulullah, do’ain biar hamba juga punya pasangan kayak gitu,” pinta anjing itu. Setelah Nabi Isa berdo’a, Allah memberi anjing itu pasangannya yang harmonis. Tapi anjing itu membanding-bandingkan dirinya dengan manusia yang kelihatan lebih bahagia.

Dengan rasa iri dia memohon kepada Nabi Isa:
“Ya Rasulullah, mohonkanlah kepada Allah biar hamba jadi manusia.” Allah mengabulkan do’a Nabi Isa dan anjing rewel itu berubah jadi manusia. Tapi dia manyun saja begitu lewat orang kaya membawa hartanya yang wah. Dia iri dan minta dido’akan jadi orang kaya. Allah mengabulkan do’a Nabi Isa dan “pensiunan anjing” itu pun jadi saudagar kaya.

Rupanya jadi kaya saja tidak memuaskan. OKB (yang berjiwa anjing) itu tambah iri melihat seorang raja dengan kebesarannya dikawal pasukan elite dan diiringi para bidadari cantik jelita.
“Ya Rasulullah, bermohonlah kpd Allah biar Allah mengangkat hamba jadi raja,” pinta pensiunan anjing itu.

Allah mengabulkan do’a Nabi Isa dan OKB itu didaulat jadi raja.
Masih belum juga puas, Sang Raja(-rajaan) ini malah menuntut jadi tuhan, karena dilihatnya masih ada lagi yang lebih kuasa dari raja. Dia tambah iri bin sirik dan dengki.
“Ya Rasulullah. Do’amu selalu dikabulkan. Tolong mohonlah kepada Allah, hamba ingin jadi tuhan,” Si Raja Bual itu memaksa Nabi Isa. Sampai di sini Allah murka. Ia lalu memerintahkan Nabi Isa supaya berdoa agar makhluk yang tak tahu diri itu dikembalikan lagi menjadi anjing kurap seperti semula.
Seperti mimpi. Raja serakah itu kembali jadi anjing kurap. Ngos-ngosan sambil meneteskan air mata dengaa lidah ngelel dari mulutnya. Nyesal.

(Didin Sirojudin AR – Lemka)