Ciputat, Rabu, 20 November 2019 – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (Dema-F) sukses menyelenggarakan Festival Budaya Islam Nusantara (Fesbadin) dengan tema “Harmoni Islam dalam Ragam Budaya Nusantara” yang diselenggarakan dari tanggal 18-19 November 2019.

Festival Budaya Islam Nusantara (Fesbadin) merupakan acara tahunan yang telah vakum selama dua tahun, dan tahun ini kembali diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (Dema-F) untuk tetap mempertahankan identitas Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) sebagai fakultas budaya.

Festival Budaya Islam Nusantara (Fesbadin) terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan lomba dan acara. Dari lomba, Festival Budaya Islam Nusantara (Fesbadin) menyelenggarakan lomba dalam bermacam kategori. Mulai dari debat Bahasa Arab, pidato Bahasa Inggris, musabaqoh qiroah kutub, hadroh, MTQ dan kaligrafi. Selain lomba, panitia juga mengadakan pameran dan bazar yang cukup meriah.

Perlombaan dibagi dalam dua tingkat. Pidato Bahasa Inggris, debat Bahasa Arab dan kaligrafi khusus untuk tingkat perguruan tinggi se-Tangerang Selatan, dan sisanya diperuntukan untuk pondok pesantren se-Tangerang Selatan. Pameran-pameran yang ditampilkan berupa manuskrip tulisan kuno, dan juga kaligrafi nasional serta internasional.

Pameran Fesbadin

Puncaknya Festival Budaya Islam Nusantara (Fesbadin) adalah Panggung Budaya yang diselenggarakan di Lapangan Utama Fakultas Adab dan Humaniora (Landmark FAH). Dalam acara ini turut mengundang Sujiwo Tejo, dan Habib Husein Ja’far Al-Hadar dan Al-Ngatawi Zastrouw. Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Syaiful Umam turut menjadi Keynote Speaker dalam Panggung Budaya. Acara dilaksanakan mulai dari jam 17.00 – selesai.

Panggung Budaya

Saat diwawancarai via Whatsapp, Muhammad Naufal selaku ketua pelaksana Fesbadin menegaskan bahwa acara ini diselenggarakan untuk mengenalkan budaya Islam di Nusantara, dan juga untuk mengajarkan Islam yang indah dan rahmatan lil alamin bagi Indonesia.

“Iya, kami bertujuan untuk mengenalkan budaya yang ada di dalam Islam khususnya yang ada di Nusantara.” pungkasnya.

Reporter : Nasrulloh Alif

Editor : AY