Ciputat- Seperti tahun sebelumnya, tahun ini Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (DEMA FAH) akan kembali menggelar acara pemilihan King dan Queen yang baru. Pengurus DEMA FAH dan panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sudah mengantongi lima pasang nama calon King dan Queen yang baru. Lima pasang calon itu sudah melewati tahap wawancara dan tahap eksperimen sosial. Rencananya pemilihan akan dilaksanakan bersamaan dengan studium generale pada hari Senin di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta (17/9/2018).

Kelima pasang calon King dan Queen akan melalui tahapan penilaian selanjutnya yaitu wawasan kebangsaan, pengetahuan seputar UIN Jakarta, FAH, dan kemampuan berbahasa asing. Di samping itu juri akan menilai visi dan misi menjadi King dan Queen, etika serta retorika berbicara. Wakil Ketua DEMA FAH Resti Yolanda mengatakan pemilihan ini akan sedikit berbeda dengan tahun lalu karena akan melibatkan dewan juri yang berpengalaman dalam bidangnya. Panitia akan mendatangkan Syanti Soraya, S,S selaku Duta UIN Jakarta 2016 sebagai orang yang memahami tentang urusan hubungan luar dan dalam kampus, selain itu dosen pun akan dilibatkan sebagai dewan juri karena memahami persoalan akademis mahasiswa.

“Untuk King dan Queen tahun ini, kami akan lebih selektif karena nantinya mereka akan dijadikan semacam duta untuk FAH karena itulah mereka harus paham betul tentang kebangsaan, UIN Jakarta, dan FAH, ini adalah hasil evaluasi kami terkait dengan King dan Queen tahun lalu, kata Resti saat diwawancarai di ruang rapat FAH. (13/9/2018). Di┬átempat yang sama, Ketua Pelaksana PBAK FAH 2018 Faqih Muhammad Husyaini menyampaikan bahwa animo maba tahun ini sangat tinggi untuk menjadi King dan Queen sehingga kita harus menyambutnya dengan antusias.

“Maba sekarang ini semuanya bersemangat untuk membuat angkatannya lebih kompak, ini kita bisa manfaatkan supaya PBAK tahun depan bisa lebih baik. Dari sekarang kita harus berdayakan King dan Queen agar tidak sia-sia seperti tahun lalu”, pungkas Faqih.