ال ق رآن 🔸🔹✒📚🌻خ ط
Kreatif Ramadhan:

ASYIK BANGeeeeeT dengerin lantunan merdu ayat-ayat Alquran dan melihat-lihat tulisannya yang indah. Itu dirasa beberapa hari menyambut penutupan Program Diklat Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka, Ahad 18 Ramadhan 1439 H/3 Juni 2017 M, di Sukabumi.
HAPLAH TILAWAH di malam Nuzulul Qur’an betul-betul menggetarkan. Dikumandangkan oleh qori/ah internasional Drs. KH Adli Azhari Nasution & Hj. Imas Siti Syarah, SAg, MPd diikuti beberapa santri Pesantren Muhammad Toha Al-Fasyni dan Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka. Serasa langsung dapat barokah “lebih baik dari 1000 bulan”-nya Lailatul Qadar. Ada energi positif lagi. Alunan Alquran dengan teriakan merdu benar-benar jadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orana beriman (شفاءورحمة للمؤمنين). Para qori dan pendengar merasa mendapatkan kembali kestabilan sel-sel tubuhnya, persis seperti kata temuan Dr. Qadhi di Klinik Besar Florida AS yang disusul temuan Dr. Mohammad Selim dari Universitas Boston. Ajaib, suara Alquran sebagai obat, menjadi pengobatan dengan TERAPI SUARA temuan Dr. Alfred Yamatos dari Perancis. Suara terbaik dan paling higienis adalah suara Alquran. Begitu keluar ruangan, hadirin lebih fit dan tampak sumringah karena merasa lebih sehat dari sebelumnya.
Kegiatan menulisnya adalah menyalin MUSHAF LEMKA oleh 155 santri alumni (masing-masing 2-4 halaman di ½ kertas karton) selama satu minggu menjelang 17 Ramadhan dan atraksi kaca & keramik bersama para santri calon alumni yang membuat suasana tambah asyik. Bagaimana tidak menyenangkan? Lukis keramik dan kaca sama-sama mengasyikkannya tapi berbeda. Keramik dan terrakota yang licin dilukis tidak berbeda dengan kanvas atau kertas: backgroundnya dulu baru kaligrafinya dengan acrylic atau water color. Tapi melukis di kaca unsur aksaranya duluan, itu pun dengan teknik DITULIS TERBALIK. Baru ditimpa warna-warna latarnya dengan pencelupan dan pembilasan oil painting. Menulis “tanpa terbalik” akan menghasilkan bacaan terbalik, seumpama menulis دجامين تيدك لنتور akan terbaca: Luntur tidak dijamin.”


Melagukan dan menulis indah Alquran adalah PROSES BELAJAR ALQURAN yang tidak kunjung berhenti: dari belajar mengenalnya (learn to know), belajar membacanya (learn to read), belajar memahaminya (learn to understand), belajar mengamalkannya (learn to act), sampai belajar mencintainya (learn to love). Ramadhan dengan Alquran, tentu saja, untuk selalu belajar Alquran setiap waktu.

(DidinSirojuddinAR•Lemka)