Dari Pameran & Seminar Kaligrafi:

كن جميلاترالوجودجميلا
“Menjadi CANTIKlah, supaya engkau saksikan alam ini kelihatan CANTIK.”

“Duh, INDAHnyaaaa. Cantik-cantik dah,” komentar penonton pada pameran (yg disertai seminar) 31 lukisan kaligrafi karya 14 pelukis Lemka & foto2 dokumenter YAPINK dalam rangka Harlah Pesantren YAPINK (Yayasan Perguruan Islam El-Nur El-Kasysyaf) ke-50, 20-26/2/2019, di Bekasi, Jabar. Namanya juga KALIGRAFI yg berarti “tulisan indah”. Callos = indah, Graphein = tulisan. Memberikan pesan, supaya kita memahami, merasakan, menikmati, mengamalkan, mengagumi, dan mencintai keindahan. Indah adalah anugerah Allah. Dipraktikkan dalam “hidup sehari-hari yg serba INDAH” :
• Shalatnya indah, karena dikerjakan dg khusyuk.
• Omongannya indah, karena lidahnya terjaga: hanya mengucapkan yg baik2. Tidak bohong, jorok, kasar, menghasut, menyakitkan, dan menyebarkan kebencian.
• Rezekinya indah, karena didapat dg halal, dipelihara dg dizakati, disedekahkan, dan disalurkan secara proporsional.
• Perilakunya indah, karena selalu santun, menyenangkan, bersahabat, toleran, bijaksana, rajin menolong, pemaaf, dan tidak memusuhi, iri dengki, membenci atau menyakiti. Yg ditirunya hanyalah perbuatan sesuai dengan perbuatan dan sifat2 Tuhan Yang Maha Indah.

Yang indah-indah bisa dimulai dari menulis indah, seperti diperintahkan Nabi SAW:
من كتب “بسم اللّه الرحمن الرحيم” وجوّده جوّده اللّهُ.
“Barangsiapa menulis BISMILLAHIR RAHIMANIR RAHIM dan memper indahnya, maka Allah akan memperindah dirinya.” Indah rezekinya, indah ilmunya, indah pikiran & perasaannya, indah pandangannya, indah pangkat & kedudukannya, indah ibadahnya, indah kelakuannya, indah nasibnya. Serba INDAH. Serba CANTIK semua.
Dalam perilaku harian, boleh dimulai dari memakai sandal atau sepatu yg indah. Seperti pernah ditanyakan kepada Nabi SAW: “Ya Rasulullah, apakah boleh baju dan sepatu saya kelihatan indah?” Beliau menjawab:
إن الله جميل يحب الجمـال
(“Sungguh, Allah itu Maha Indah, mencintai keindahan.”) — Nabi melanjutkan: “SOMBONG itu mengingkari kebenaran dan melecehkan orang lain.” (H.R. Muslim). Nabi justeru menegur orang yg pakaiannya rombeng: “Apakah engkau g punya uang untuk membeli baju yg bagus?” — Ketika dijawab “Punya”, Nabi menyuruhnya untuk membeli baju baru.
Berarti, “tampil cantik dan pintar boleh. Yg tidak boleh mengaku paling cantik atau paling pintar sendirian dan menganggap orang lain lebih jelek atau lebih bodoh, karena itu sama dg SOMBONG.”
KALIGRAFI mendidik sifat2 sabar, tekun, bersih, gigih, inovatif, dan kreatif. Itu adalah sifat2 yg indah. Puncaknya, agar kita selalu berPIKIR, berZIKIR, dan berSYUKUR manakala tersentuh keindahan yg kita saksikan. Kata Nabi, sambil mencontohkan, “Barangsiapa melihat bintang2 di langit kemudian mengucapkan:
ربناماخلقت هذاباطلاسبحانك فقناعذاب النار
(“Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. Maka, jauhkanlah kami dari siksa api neraka,”) niscaya dia akan mendapatkan kebaikan sejumlah bintang yg dilihatnya itu.” سبحان الله SUBHANALLAH!!! Ganjaran yg tiada tara (tentulah) bagi orang yg paham arti dan nilai2 keindahan. Wooooow, masih banyak lagi yg INDAH2. Ada bulan purnama, taman yg hijau, ragam bunga yg beraneka warna, ombak lautan, mega berarak, cucuran berjuta air hujan yg simetris dan harmonis, syahdunya suara azan dan tilawatil Qur’an, dentang kecapi, wajah2 cantik jelita, sampai struktur tubuh kita yang, ah, sangat luarbiasa INDAHnya.
Saya senaaaang. Hati terasa indah ber-bunga2 dapat menyampaikan pesan2 ttg. keINDAHan dalam seminar. Lukisan2 karya Didin Sirojuddin AR, Effendi Le’ong, Isep Misbah, Anis Khoirunnisa Affandi, Suharno El-Faiz, Poniman, Teguh Prastyo, Rina Kurniah, Herman Sawiran, Cucu Suharto, Kamarul Huda, M. Fawzi Tohir, Dedy Setiawan, dan Uswatun Alifah hanya untuk menggoda-goda penonton. Biar mereka senang dan kesengsem sama yang indah-indah.

 

Oleh: DidinSirojuddinAR•Lemka